Cart 0
Malaysia Irredenta Continue reading...

Malaysia Irredenta: A Case for Pan-Malayan Unity by Wenceslao Q. Vinzons

Speech by Wenceslao Q. Vinzons, entitled ‘Malaysia Irredenta’ on 12 February 1932 at 20th Annual Oratorical Contest of the College of Law, University of the Philippines. The cyclic rise and fall of people in Providence’s immutable nomination. The crumbling ruins of castle walls and the struggling remnants of once powerful empires bear witness to this divine law. In a vain attempt to attain immortality, man has transmitted through the memory the storied splendors of by-gone…

Continue reading
Ensiklopedia Sejarah Dan Kebudayaan Melayu Continue reading...

Sumbangan Istimewa DBP Melalui Penerbitan Ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu

Salah satu usaha penting lagi istimewa telah dilaksanakan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP), Malaysia. DBP telah mencipta sejarah sekaligus membuka ruang akses khusus terhadap ilmu pengetahuan dan maklumat mengenai peradaban Alam Melayu, iaitu sejarah dan kebudayaannya, apabila menerbitkan Ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu pada tahun 1994 (Jilid 1) dan kemudiannya menghasilkan Ensiklopedia Sejarah dan Kebudayaan Melayu pada tahun 1999 (lima jilid). Ini merupakan salah satu bentuk ‘Pengurusan llmu’ (knowledge management) yang signifikan. Semenjak tahun…

Continue reading
Syair Lampung Karam Continue reading...

Krakatau: Syair Lampung Karam

Pada Agustus 1883 letusan besar gunung berapi meluluhlantakkan dua per tiga Pulau Krakatau yang terletak di Selat Sunda, di antara Sumatra dan Jawa. Tsunami memorakporandakan wilayah itu, dan guncangannya terasa di seluruh dunia. Sumber resmi menyatakan korban tewas 36,417 jiwa, tetapi beberapa sumber lain memperkirakan jumlah sebenarnya tiga kali lipat; diyakini hampir 120,000 orang menemui ajalnya. Abu letusan itu memengaruhi pola cuaca global hingga bertahun-tahun. Gunung berapi lebih kecil yang dinamai Anak Krakatau muncul pada…

Continue reading
Indians Thaipusam celebration in Malaysia Continue reading...

Indians in the Eyes of Non-Indians

There are many derisive cultural and social stereotypes about Tamils. “Indians” are often at the receiving end of racist epitaphs describing them as hot-tempered, lazy, dirty, and dishonest people. The men are sometimes said to be drunkards, wife beaters, and braggarts caring little for their fellow Indians. On numerous occasions, for example, while riding to Brickfields (an Indian enclave) in a taxi, the non-Indian drivers would warn me about Indians. One Malay driver told me…

Continue reading
identity of Keling, Benggali, Ceti and Chettiar in Malaysia Continue reading...

Keling, Benggali, Ceti dan Chettiar

Dua perkataan yang pernah menimbulkan perdebatan di Malaysia ialah ‘Keling‘ dan Benggali. Secara umumnya panggilan Keling digunakan bagi merujuk masyarakat India keturunan Tamil sementara perkataan Benggali digunakan untuk merujuk masyarakat Punjabi Sikh. Penggunaan perkataan ‘Keling’ bagi merujuk masyarakat Tamil melahirkan kontroversi yang berpanjangan di negara ini, malah isu ini pernah dibawa ke mahkamah. Penggunaan perkataan ini dilihat membawa makna memalukan dan mengaibkan terhadap masyarakat Tamil. Walau bagaimanapun, perkataan ‘Keling‘ atau ‘Kling‘ sebenarnya mempunyai makna sejarah…

Continue reading