Peneka Silang Kata: Kumpulan Puisi

T. ALIAS TAIB (1943-2004) adalah anak Terengganu tulen, yang didewasakan oleh angin Laut China Selatan, nasi dagang, dan keropok. Mengangkat pena sejak 1960 hingga akhir hayatnya. Beliau menulis puisi, cerpen, pantun, renungan, dan terjemahan.

Kata-Pilar (Cetakan Pertama, 2019)
142 halaman

RM23.00

In stock

If you purchase this book you will earn 5 reward points!
ISBN: 9789672014508 Product ID: 30762 Category: Sub-subjects: ,

Peneka Silang Kata merupakan sebuah kumpulan puisi yang mengumpulkan sajak T. Alias Taib yang tidak pernah terbit dalam sebuah buku kumpulan puisi sepanjang hayatnya. Sebahagian daripadanya pernah muncul di akhbar atau majalah; sebahagian lagi terbit secara stensilan, atau hanya kekal sebagai draf. Kenapa beliau tidak pernah memasukkan sajak-sajak ini ke dalam sebuah buku? Susah untuk kita rumuskan. Mungkin subjeknya terlalu mencolok mata, mungkin bahasanya terlalu naif dan mentah; mungkin pengaruh penyair lain dalam sajak itu terlalu jelas; mungkin waktunya tidak sesuai dan penyair sengaja simpan untuk diterbitkan pada masa depan.

Maka penyusun turut mengambil jalan tengah apabila memilih sajak-sajak beliau untuk dimasukkan ke dalam buku ini. Penyusun memilih sajak-sajak yang “dipercayai mewakili sosok dan ciri-ciri terbaik dalam kepenyairan T. Alias Taib.” Tidak dinafikan, seorang penyair berbakat adalah jutawan kata-kata; namun penyair pun ada waktu untung dan rugi—waktu inspirasi mengalir seperti sungai dan tersekat-sekat di dalam lumpur.

Apakah penting untuk kita membaca sajak-sajak yang “disembunyikan” oleh T. Alias Taib ini? Bukankah buku seperti Pemburu Kota, Opera, Piramid, dan Pasar Pengalaman sendiri sudah cukup?

Bagi menjawab persoalan ini kita harus kembali ke tahun 1971 di Sekolah Arab Nuraltiffak Kuala Besut. Persatuan Penulis Terengganu (PELITA) telah menganjurkan bengkel penulisan yang menampilkan beberapa orang pengajar: Sharif Putera, Zakaria Maz, Abdullah Tahir, dan T. Alias Taib. Menurut T. Alias Taib, sebelum beliau berjaya, beliau telah menulis sebanyak 400 buah sajak. Dalam satu tahun tidak kurang daripada 100 sajak diciptanya. Ini baru 1971, bayangkan berapa ratus sajak yang ditulis T. Alias Taib sehingga tahun 2004. Karier seorang penyair adalah ibarat halaman teka silang kata yang tidak pernah selesai. Hari ini kita tambah satu huruf, esok atau bulan depan kita tambah lagi satu huruf. Tetapi kita akan sentiasa mencari; kita akan sentiasa memburu kata-kata di barisan menegak dan melintang.

kata pengantar

ZAMAN YANG HILANG
persembahan
prelude
senja di kuala terengganu
percakapan anak murid tentang cita-cita mereka
akuarium
sahabat
lukisan
angan-angan
di akuarium pulau pinang
lelaki dengan rambut kapas
kenangan
tua
zaman yang hilang
kujatuhkan sauh
kubentang sehelai peta
menyusun kehidupan
air setengah balang
di atas perahu tua
gerimis pagi, matahari pijar

NOSTALGIA SEORANG PEREMPUAN
penyair kematian ilham
pantomime
puisi duka untuk anak di desa yang sakit ketika ibunya mencari kerja di kota
kenanga di halaman rumah
sajak bulan jun
maimon ii
nostalgia seorang perempuan
sajakku adalah suaramu bersama cemara taman budaya
pertemuan
di paris snack bar
farina
perempuan kedinginan
remang-remang
malam-malam
menunggu saat dinikahkan
benalu
farah
catatan tentang sahabat, xi

BAYANG-BAYANG KESEPIAN
di tepi tiang lampu jalan
sajak bulan september
di matanya duka berdesir, di jiwanya luka mengalir
di palong coffee house
pemetik gitar
keroncong
perubahan
pernahkah
waktu
janggut
hari raya
tengah malam
sukarnya
enam sajak di atas kubur
tanpa judul
ais
anon
lelaki bertopeng
lelaki talam
pemikul kampung
peneka silang kata
kolaj ramadan
catatan tentang sahabat, xiv
pemikul sampah

PADA LANDASAN ITU KERETA API BERLARI
roro mendut, tengah hari
gambir, senja
sunda kelapa, tengah hari
yogya, siang
borobudur, pagi
suara lain
di tengah buku jerman
selepas menonton miss saigon
puisi bawah tanah
darahku merayap di atas air-Mu
trem
stesen
indonesia, kaulah pohon itu

PENGAKUAN SEORANG PENYAIR
buat w.s. rendra
pengakuan t. alias taib terhadap puisinya
kesan tahun 1972 dalam 3 bagian
pemahat
julie bertanya
sajak
diri
sajak berpuasa
pegang
baris pertama
lelaki suf1
sehelai kertas putih
penggilap bakat
aku penyair
penulis kertas kerja
catatan tentang sahabat, xv
apabila kaubuka mulut

Weight 0.153 kg
Dimensions 19 × 13 × 1.1 cm
Author(s)

Edition

Language

Publisher

Year Published

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.

More from this Author

  • Pentas Opera

    Pentas Opera

    RM20.00
  • Pemburu Kota

    Pemburu Kota

    RM15.00
  • Kunci

    Kunci

    RM20.00
  • Laut Tak Biru Di Seberang Takir

    Laut Tak Biru Di Seberang Takir

    RM15.00