Mevrouw Toga ,

Arena Wati adalah nama pena dari Muhammad bin Abdul Biang alias Andi Muhammad Dahlan bin Andi Buyung (lahir di Jeneponto, 20 Juli 1925—wafat di Cheras, Malaysia, 26 Januari 2009 pada umur 83 tahun), sasterawan negara Malaysia asal Indonesia. Ia juga memakai nama pena lain seperti Duta Muda dan Patria. Novel pertamanya, Kisah Tiga Pelayaran, terbit tahun 1959 di Singapura. Setelah itu menyusul Lingkaran (1962), Sandera (1971), Bunga dari Kuburan (1987), Kuntum Tulip Biru (1987), Sakura Mengorak Kelopak (1987), Panrita (1993), Sukma Angin (1999), Trilogi Busa (2002), Trilogi Armageddon (2004), dan Trilogi Bara Baraya. Ia juga menulis buku-buku kajian sastra dan kebudayaan.

DBP (Cetakan Pertama 1995)
392 halaman

RM15.00

Mevrouw Toga merupakan karya utama Sasterawan Negara Arena Wati yang mengangkat wanita sebagai watak protagonis yang hidup dalam dekad penuh pergolakan.

Sekali-sekala Akif atau Hajah Hamidah datang ke Makasar setelah Haji Muduk meninggal. Dahi mereka berkerut menyaksikan suasana, kondisi, dan isi Pantai Losari. Ais pallu butung, pisang epek dan soto orang Makasar yang selama ini sudah turun-temurun jadi makanan rebutan di Losari; telah digilas dan dilenyek lalu dilenyapkan oleh bakso orang Jawa.

Sekali-sekala bila Hajah Mardinah datang ke Johor—yang belum tentu berlaku setahun sekali—dan pergi ke Kuala Lumpur; keningnya terangkat, mulutnya ternganga, kedua bibirnya tersorong ke depan, kerana kagum melihat perubahan sikap dan kemampuan bumiputera di Malaysia, telah hampir menguasai gerai di seluruh pasar, hampir menguasai gerai pinggir jalan; kantor dagang mereka tahun demi tahun berkembang biak, sebanding dengan kantor dagang bangsa lain; dan penglibatan mereka dalam banking, syarikat kewangan dan bursa tahun demi tahun sudah mengatasi bangsa lain. Orang Melayu di kampung tidak lagi bertani sekadar sara diri, tetapi pertaniannya berorientasi industri dan eksport.

Hajah Mardinah tidak berkata kepada anaknya, tetapi dia mengeluh dalam hati, ‘Bonda sudah lihat kejayaan Dasar Ekonomi Baru Malaysia. Tumpukanlah usahamu di Malaysia, Akif, jangan libatkan modalmu ke Sulawesi sementara sistem pembangunan jangka panjang pertama belum berubah. MAKO dalam tangan bonda akan hanya bertumpu kepada ternak dan pertanian, sementara menunggu datang pembangunan jangka panjang yang kedua.’

Weight 0.375 kg
Dimensions 13.4 × 2.4 × 20.3 cm
Edition

Format

ISBN

9789836245786

Language

Publisher

Year Published

1 review for Mevrouw Toga

  1. Kawah Buku

    “Arena Wati yang amat produktif berkarya, kini mengankat watak wanita, Mevrouw Toga dalam novel terkininya, Mevrouw Toga. Mevrouw Toga ialah seorang tokoh wanita yang gigih dan berwawasan. Tokoh istimewa ini hidup dalam dekad yang penuh dengan pergolakan politik, sosial ekonomi dan pencorakan falsafah kehidupan baru bangsanya. Latarnya adalah Alam Melayu dalam pengertian yang luas, yang tidak dibatasi oleh garis fahaman geo-politik. Di hujung terowong kehidupannya, Mevrouw Toga melihat penyatuan kembali keluarga besarnya di Alam Nusantara ini: keluarga yang semakin mantap dalam bidang perekonomian yanag ditunjangi oleh sikap bangsanya yang rasional, yang ikut menyumbang dalam era kebangkitan lingkaran pasifik. Ikutilah kisah menarik ini.”—Sasterawan Negara Anwar Ridhwan

Add a review

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.