Syair Kesaksian: Darihal Menyinggung Fikiran dan Perbuatan

AZHAR IBRAHIM adalah felo pelawat di Jabatan Pengajian Melayu, National University of Singapore (NUS).

Gerakbudaya Enterprise (Cetakan pertama, 2016)
76 halaman

RM18.00

In stock

Syair Kesaksian: Darihal Menyinggung Fikiran dan Perbuatan merupakan percubaan penulis yang juga mengajar sastera Melayu klasik, berjinak-jinak menulis beberapa pemerhatian dan kritik sosial dalam bentuk syair, dengan kesadaran terpanggil untuk mengatakan bahawa bentuk syair ini masih punya tempat dan bisa mengungkapkan kritik dan gagasan dari konteks masa kini. Mungkin saja ketukangan syair penulis masih bisa dibaiki lagi, termasuk juga beberapa gagasan dan kritikan yang terkandung di dalamnya. Ikhtiar seperti ini tentulah tidak tersempurna benar, dan dengan rendah diri, penulis masih terus mahu membaikinya lagi.

Adapun syair itu adalah suatu bentuk sajak Melayu yang telah lama diatur dan dinyanyikan orang, samalah ia masyhur seperti pantun dan gurindam. Kelebihan syair itu pada lafaznya yang berurutan terikat dalam suatu penceritaan ataupun penghuraian panjang. Syair dibentuk untuk menyampaikan sesuatu cerita dan peristiwa, amanat ataupun pesan, maupun singgungan dari penyairnya. Dalam syair sering terdapat pembukaan doksologi, serta kesimpulan dalam sematan pantun, dan akhiran sang penyair dengan harapan mana yang kurang dibaiki adanya. Syair Melayu yang berevolusi dalam sejarah sastera Melayu, adalah genre puisi klasik yang benar-benar mantap dari sudut penyebarannya dan penggunaannya. Adakala syair berdiri sendiri, adakalanya tersisip dalam prosa naratif seperti hikayat dan ceritera, selain daripada isinya kita bisa menjejaki pantun-pantun sebagai sematan, simpulan dan gurauan.

Sheikh Hamzah Fansuri seorang ulama sufi asal Aceh dikatakan sebagai sang pemula syair-syair Melayu dihujung abad keenam-belas. Ajaran Wahdatul Wujud yang dipegangnya terungkap dalam syair-syairnya, yang ditulis beriringan dengan syarah untuk menjelaskan maksud yang terdapat dalam syair-syair beliau yang sarat dengan perlambangan dan butiran ajaran tersebut. Dengan menjelmakan ajaran-ajaran sufisme dalam bentuk syair ia bererti memanfaat kiasan dan perumpamaan yang bisa terkandung dalam sesebuah syair, selain ia memudahkan para pengikut aliran sufisme untuk menghafal dan menghidupkannya. Dalam lipatan sejarah, syair-syair sufi berkembang ke serata Nusantara dan akhirnya bentuk puisi ini telah dipakai untuk mengungkapkan peristiwa seperti dalam Syair Perang Mengkasar oleh Encik Amin, atau syair untuk mengungkapkan kegundahan hati sepertimana dalam Syair Nuri oleh Sultan Badarudin dari Palembang.

Begitulah seterusnya, syair menjadi lafaz ungkapan untuk hal-hal berkenaan cerita dongeng, rakaman perjalanan dan keramaian seperti pertabalan dan perkahwinan, syarah agama dan nasihat, seruan siyasah dan akhlak, peristiwa menggempakan seperti peperangan, gunung meletup, kebakaran dan kebanjiran. Tentulah juga syair telah digunakan sebagai wadah membuat kritik tajam terhadap para penguasa, sepertimana yang diungkap oleh Tuah Simi dari Singapura pada awal abad kesembilan-belas.

“Sebuah karya berbentuk syair yang lahir di tengah-tengah kehidupan kehidupan bangsa yang sedang bergolak dalam embuat ketentuan-ketentuan sebagai satu bangsa yang bermartabat. Karya yang padat dan sarat dengan kritik sosial dalam menangani permasalahan yang dihadapi bangsa pada isu-isu pendidikan ilmu, budaya, ekonomi , politik dan agama yang sedang berkembang ketika ini. Karya hasil tulisan seorang cendekiawan bangsa yang sudah seharusnya menjadi tatapan dan perhatian kita semua untuk melihat sejarah perjuangan bangsa pada masa lalu dan menegakkan kembali nilai-nilai murni yang pernah kita miliki…”

( Suraidi Sipan, Singapura)

” Syair Kesaksian ini mengenai kemanusiaan dan keadilan, adab malah budaya, ihsan mengatasi hukum, rindu juga cinta. Bentuknya barangkali lama, tetapi muatannya adalah segala-gala yang diperlukan dalam kehidupan modenn nan menggila.”

(Faisal Tehrani, Malaysia)

New Product Tab

Here's your new product tab.

Weight 0.096 kg
Dimensions 19 × 13 × 0.6 cm
Edition

Format

ISBN

9789832344704

Language

Publisher

Year Published

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Syair Kesaksian: Darihal Menyinggung Fikiran dan Perbuatan”

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.